By :
Date :

Hajar Aswad: Batu Surga yang Dicintai Umat Islam

Hajar Aswad adalah salah satu simbol paling ikonik dalam Islam. Terletak di sudut tenggara Ka’bah, batu hitam ini menjadi titik awal dan akhir tawaf saat ibadah haji dan umrah. Namun, tidak banyak yang mengetahui sejarah, makna spiritual, dan keistimewaan dari batu ini. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap tentang Hajar Aswad.

Apa Itu Hajar Aswad?

Hajar Aswad berarti Batu Hitam dalam bahasa Arab. Batu ini berada sekitar 1,5 meter dari permukaan tanah di sudut Ka’bah dan dibingkai oleh lingkaran perak murni.

Menurut hadis dan riwayat, Hajar Aswad berasal dari surga dan awalnya berwarna putih, namun menjadi hitam karena dosa-dosa manusia.

Sejarah dan Asal Usul Hajar Aswad

Asal Usul:
Dalam riwayat sahih, Hajar Aswad diturunkan dari surga kepada Nabi Ibrahim AS saat membangun Ka’bah bersama putranya, Nabi Ismail AS.

Peran Rasulullah SAW:
Ketika Ka’bah direnovasi sebelum masa kenabian, para pemuka Quraisy berselisih siapa yang berhak meletakkan Hajar Aswad kembali. Nabi Muhammad SAW dengan bijak menyelesaikan konflik tersebut saat berusia 35 tahun, dengan meminta semua kabilah memegang kain yang membawa batu itu bersama-sama.

Pernah Dicuri:
Tahun 930 M, kelompok Qaramithah mencuri Hajar Aswad dan membawanya ke Bahrain selama lebih dari 20 tahun. Batu ini akhirnya dikembalikan namun dalam kondisi pecah menjadi beberapa bagian.

Keutamaan dan Kedudukan Hajar Aswad

Disentuh oleh Nabi Muhammad SAW
Hajar Aswad adalah satu-satunya bagian dari Ka’bah yang disentuh dan dicium langsung oleh Rasulullah SAW. Beliau bersabda:

“Demi Allah, sesungguhnya Allah akan membangkitkannya (Hajar Aswad) pada hari kiamat dengan memiliki dua mata yang dapat melihat dan lisan yang dapat berbicara, yang akan memberikan kesaksian atas orang-orang yang menyentuhnya dengan benar.”
(HR. Tirmidzi)

Menjadi Syiar Ibadah Tawaf
Saat memulai dan mengakhiri setiap putaran tawaf, jamaah dianjurkan untuk menyentuh, mencium, atau memberi isyarat (istilam) ke arah Hajar Aswad.

Fakta Menarik tentang Hajar Aswad

Ukuran Asli Sudah Menyusut
Saat ini, batu yang terlihat adalah pecahan-pecahan kecil berjumlah 8 bagian yang disatukan dan dibingkai perak.

Tidak Wajib Disentuh
Meskipun disunnahkan, menyentuh atau mencium Hajar Aswad bukanlah kewajiban dalam tawaf. Istilam dari jauh dengan mengangkat tangan sudah cukup.

Dijaga Ketat
Mengingat sejarah pencurian, batu ini kini dijaga ketat oleh petugas Masjidil Haram dan berada dalam pengawasan 24 jam.

Dipindai Secara Digital
Pada tahun 2021, Arab Saudi merilis foto digital resolusi tinggi dari Hajar Aswad menggunakan teknologi 3D selama 7 jam pemindaian.

Hajar Aswad bukan hanya batu biasa, tapi bagian dari sejarah besar Islam yang memiliki nilai spiritual tinggi. Menyentuh atau melihatnya menjadi momen haru bagi banyak jamaah haji dan umrah. Meskipun bukan kewajiban, mencium atau menyentuh Hajar Aswad merupakan bentuk penghormatan dan cinta kepada sunnah Nabi Muhammad SAW.

Share this :