By :
Date :

Rukun Yamani: Sudut Berkah di Ka’bah yang Penuh Keutamaan

Saat melakukan tawaf mengelilingi Ka’bah, para jamaah melewati empat sudut bangunan suci tersebut. Dua sudut di antaranya memiliki keistimewaan tersendiri: Hajar Aswad dan Rukun Yamani. Meski tidak setenar Hajar Aswad, Rukun Yamani juga memiliki kedudukan istimewa dalam sunnah Nabi Muhammad SAW. Artikel ini akan membahas lengkap tentang Rukun Yamani: letaknya, sejarah, keutamaannya, hingga praktik sunnah saat tawaf.

Apa Itu Rukun Yamani?

Rukun Yamani adalah salah satu dari empat sudut Ka’bah yang terletak sebelum Hajar Aswad, jika dilihat searah jarum jam (tawaf). Disebut “Yamani” karena menghadap ke arah selatan, yaitu ke arah negeri Yaman.

Letaknya:

  • Sudut barat daya Ka’bah
  • Sebelum sudut Hajar Aswad saat melakukan tawaf

Keutamaan Rukun Yamani

Disentuh oleh Rasulullah SAW
Rasulullah SAW selalu menyentuh Rukun Yamani dengan tangan kanan saat melakukan tawaf. Hal ini dicatat dalam beberapa hadis sahih, antara lain:

“Rasulullah SAW tidak menyentuh dari rukun-rukun Ka’bah selain dua: Hajar Aswad dan Rukun Yamani.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Dihapuskan Dosa
Dalam satu hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Menyentuh Hajar Aswad dan Rukun Yamani dapat menghapus dosa.”
(HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Bagian dari Sunnah Tawaf
Meskipun tidak wajib, menyentuh Rukun Yamani adalah sunnah muakkadah (sunnah yang ditekankan) saat tawaf.

Fakta Menarik tentang Rukun Yamani

Tidak Dihiasi Bingkai Perak
Berbeda dengan Hajar Aswad, Rukun Yamani tidak diberi bingkai khusus dan tampil polos sebagai bagian dari dinding Ka’bah.

Area Tawaf Padat
Karena posisinya dekat Hajar Aswad, area Rukun Yamani juga sering padat dan sulit disentuh saat musim ramai.

Berlatar Sejarah Para Nabi
Diyakini bahwa posisi Rukun Yamani adalah titik penting saat Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menyusun fondasi Ka’bah.

Rukun Yamani adalah bagian dari Ka’bah yang memiliki keutamaan dan jejak sunnah Rasulullah SAW. Menyentuhnya saat tawaf bukan hanya ibadah fisik, tetapi juga pengingat akan jejak para Nabi dan syiar Islam yang agung. Bagi jamaah haji dan umrah, memahami makna Rukun Yamani dapat menambah kekhusyukan dalam ibadah tawaf.

Share this :