Perang global, jika benar-benar terjadi, akan berdampak luas terhadap semua sektor, termasuk industri perjalanan ibadah seperti biro umroh. Jika skenario Perang Dunia Ketiga terjadi, maka pelaksanaan ibadah ke tanah suci bisa mengalami gangguan serius dari berbagai aspek.
Penutupan Akses ke Arab Saudi
Ketika konflik berskala besar terjadi, negara-negara seperti Arab Saudi bisa menutup akses masuk bagi warga negara asing untuk alasan keamanan nasional. Hal ini pernah terjadi saat pandemi COVID-19 tahun 2020, di mana Arab Saudi menutup akses umroh dan haji selama beberapa bulan. (Sumber: Arab News)
Jika Perang Dunia Ketiga pecah, kondisi yang lebih ekstrem bisa terjadi, seperti larangan total visa umroh dan pembatasan kunjungan luar negeri.
Kenaikan Harga Tiket dan Biaya Umroh
Konflik global biasanya memicu kenaikan harga minyak mentah dunia, yang berdampak langsung terhadap harga bahan bakar pesawat (avtur). Misalnya, konflik Rusia-Ukraina menyebabkan lonjakan harga minyak dunia hingga 30% di awal 2022. (Sumber: CNBC International)
Kenaikan ini akan membuat biaya transportasi udara semakin mahal, yang tentunya berdampak pada harga paket umroh secara keseluruhan.
Ketidakstabilan Nilai Tukar Rupiah
Saat terjadi ketegangan global, nilai tukar rupiah cenderung melemah terhadap mata uang utama seperti dolar AS dan riyal Saudi. Misalnya, saat ketegangan militer global meningkat, nilai rupiah terhadap dolar bisa anjlok lebih dari 10%. Ini akan berdampak pada biaya operasional biro umroh yang menggunakan kurs asing dalam pembayaran layanan di Arab Saudi.
(Sumber: Bank Indonesia โ Fluktuasi Nilai Tukar)
Gangguan Jalur Penerbangan Internasional
Perang dunia dapat mengakibatkan penutupan wilayah udara secara masif. Menurut data dari International Civil Aviation Organization (ICAO), konflik bersenjata sering memicu penyesuaian jalur penerbangan demi keselamatan. Hal ini bisa mengakibatkan keterlambatan atau pembatalan jadwal umroh. (Sumber: ICAO Conflict Zones Repository)
Penurunan Minat dan Kepercayaan Jamaah
Saat dunia dalam kondisi genting, masyarakat akan menunda rencana ibadah yang melibatkan perjalanan internasional. Penurunan minat ini akan menyebabkan peningkatan pembatalan, refund massal, dan krisis kepercayaan terhadap biro umroh, terutama yang tidak memiliki sistem pengelolaan risiko yang kuat.
Meski Perang Dunia Ketiga adalah skenario ekstrem dan tidak diharapkan, namun biro umroh perlu memiliki strategi mitigasi risiko sejak dini. Dengan langkah antisipatif, biro dapat menjaga kepercayaan jamaah, melindungi kelangsungan bisnis, dan tetap bersiap dalam segala kondisi.
Referensi:
- Arab News. “Saudi Arabia suspends umrah pilgrimage over coronavirus fears.”
๐ https://www.arabnews.com/node/1632651/saudi-arabia - CNBC. “Oil jumps to 13-year high amid Russia-Ukraine conflict.”
๐ https://www.cnbc.com/2022/03/07/oil-prices-jump-to-13-year-high-as-russia-ukraine-war-continues.html - Bank Indonesia. Data Nilai Tukar Harian.
๐ https://www.bi.go.id/id/statistik/indikator/data-nilai-tukar.aspx - ICAO Conflict Zones Information Repository
๐ https://www.icao.int/safety/iStars/Pages/CZIB.aspx



