By :
Date :

Haji 2026, Arab Saudi Terapkan Batas Waktu Tunggu Maksimal 35 Menit di Semua Titik Miqat

Dalam persiapan menyambut musim haji 2026 (1447 H), pemerintah Arab Saudi melalui Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Situs Suci mengumumkan kebijakan baru: waktu tunggu maksimal 35 menit di semua titik miqat utama. Angka ini menurun dari catatan musim haji tahun sebelumnya, yaitu sekitar 39 menit.

1. Fokus pada Efisiensi dan Kualitas Layanan

Langkah ini bertujuan mempercepat proses pelayanan jemaah yang memasuki ihram. Selain pengurangan waktu tunggu, Saudi juga menetapkan target baru untuk waktu respons terhadap keluhan: maksimal 120 menit, lebih cepat dibandingkan 150 menit pada musim haji lalu. Tingkat kepuasan jemaah tetap stabil di angka 99%.

2. Penataan Infrastruktur di Lima Titik Miqat Utama

Beberapa lokasi miqat telah mendapatkan peningkatan infrastruktur sebagai bagian dari persiapan layanan Haji 2026:

  • Yalamlam: Pemasangan stasiun istirahat bertenaga surya.
  • Masjid Al-Taneem (titik miqat terbanyak digunakan): Area salat diperluas, sistem drainase modern dibangun, dan petugas kebersihan ditempatkan 24 jam.
  • Masjid Al-Juhfah (titik kedua paling ramai): Jalur lalu lintas direstruktur, serta ditambahkan kios layanan.
  • Qarn al-Manazil (Al-Sail Al-Kabir): Halaman dan ruang salat diperluas hingga 20%.
  • Wadi Muharram: Akses langsung ke jalan raya disiapkan; visual clutter dihapus demi kenyamanan.

Menurut insinyur Saleh Al-Rasheed, CEO Komisi Kerajaan, fokus pembangunan bukan menambah jumlah lokasi miqat, melainkan meningkatkan kecepatan operasional pada lokasi-lokasi yang sudah ada.

3. Persiapan Operasional dan Target Waktu

Semua lokasi miqat diharapkan sudah siap beroperasi secara penuh pada 25 Dzulqa’dah 1447 H (sekitar 20 Agustus 2026), sesuai dengan jadwal resmi. Pemantauan waktu tunggu (maksimal 35 menit) akan dilakukan secara real-time melalui sistem yang mengukur tingkat kerumunan.

Pemerintah Saudi memperkirakan jumlah jemaah haji dan umrah akan mencapai 3,5 juta orang pada tahun 2026, meningkat dari 3,2 juta pada tahun sebelumnya. Dengan demikian, inovasi operasional dan efisiensi logistik menjadi prioritas utama.

4. Peningkatan Layanan Mikro pada Setiap Titik Miqat

  • Di Masjid Al-Taneem, arus masuk dan keluar dipisah agar lebih lancar.
  • Di Qarn al-Manazil, sajadah disiapkan sejak pagi (sekitar pukul 4) setiap hari, mempercepat akses dan kenyamanan jemaah.
  • Tim pemeliharaan kini bekerja secara bergilir (shift 8 jam) di seluruh lokasi miqat, memastikan layanan tanpa jeda, termasuk malam hari.

Share this :