LAMONGAN – Kasus penipuan berkedok perjalanan ibadah umrah kembali terjadi di Lamongan, Jawa Timur. Belasan calon jemaah harus menelan pil pahit setelah uang ratusan juta rupiah yang mereka setorkan raib dibawa kabur oleh biro travel bodong. Pelaku utama dalam kasus ini adalah inisial Biro B-N-I, sebuah nama yang sebelumnya sudah pernah terseret kasus serupa.
Kejadian ini menambah panjang daftar korban penipuan travel umrah di Lamongan, sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih agen perjalanan ibadah.
Kronologi Penipuan oleh Inisial Biro B-N-I
Sebanyak 11 calon jemaah umrah yang berasal dari tiga keluarga di Kecamatan Sugio, Lamongan, menjadi korban terbaru Para korban mengaku telah melunasi seluruh biaya perjalanan sejak tahun 2023.
Namun, hingga waktu yang dijanjikan, mereka tak kunjung diberangkatkan ke Tanah Suci. Pihak travel terus memberikan berbagai alasan dan janji palsu untuk mengulur waktu.
“Para korban ini sudah melunasi pembayaran sejak 2023, namun tidak ada kejelasan kapan akan berangkat,” ujar Sho’im, kuasa hukum para korban, saat dikonfirmasi pada Senin (16/9/2024).
Merasa tidak ada itikad baik dan terus diombang-ambingkan, para korban akhirnya memutuskan untuk menempuh jalur hukum. Mereka secara resmi melaporkan Oknum tersebut ke Polres Lamongan atas dugaan penipuan dan penggelapan.
Kerugian Fantastis dan Laporan Polisi
Dari 11 korban baru ini, total kerugian yang dialami mencapai angka Rp 291 juta. Angka ini menambah jumlah kerugian dari kasus sebelumnya yang melibatkan travel yang sama, di mana total kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Laporan para korban telah diterima oleh pihak kepolisian. Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Andi Nur Cahya, membenarkan adanya laporan tersebut.
“Benar, laporan sudah kami terima dan saat ini sedang ditangani lebih lanjut oleh Unit Pidana Ekonomi Satreskrim Polres Lamongan untuk proses penyelidikan,” kata Ipda Andi.
Kasus ini menyoroti modus operandi travel umrah bodong yang sering kali mengiming-imingi calon jemaah dengan harga murah atau janji-janji manis lainnya, namun berujung pada kegagalan berangkat dan kerugian finansial yang besar.
Tips Menghindari Penipuan Travel Umrah Bodong
Belajar dari kasus ini, sangat penting bagi calon jemaah untuk melakukan verifikasi mendalam sebelum memutuskan untuk membayar biaya perjalanan. Berikut adalah beberapa cara untuk menghindari penipuan travel umrah:
- Cek Legalitas di Kemenag (Program 5 Pasti Umrah):
- Pasti Travelnya Berizin: Pastikan biro perjalanan terdaftar secara resmi di Kementerian Agama. Anda bisa mengeceknya melalui aplikasi Umrah Cerdas atau situs web resmi Kemenag.
- Pasti Jadwalnya: Tanyakan jadwal keberangkatan dan kepulangan secara pasti.
- Pasti Terbangnya: Konfirmasi maskapai penerbangan dan detail tiketnya.
- Pasti Hotelnya: Ketahui nama dan lokasi hotel di Mekkah dan Madinah.
- Pasti Visanya: Pastikan visa umrah Anda sudah terbit sebelum tanggal keberangkatan.
- Jangan Tergiur Harga Terlalu Murah: Waspadalah jika ada tawaran paket umrah dengan harga yang jauh di bawah standar harga referensi yang ditetapkan oleh Kemenag. Harga yang tidak wajar sering kali menjadi indikasi awal penipuan.
- Periksa Rekam Jejak Travel: Cari ulasan dan testimoni dari jemaah yang sudah pernah menggunakan jasa travel tersebut. Jangan hanya mengandalkan brosur atau promosi dari pihak travel.
- Lakukan Pembayaran ke Rekening Perusahaan: Hindari melakukan transfer ke rekening pribadi pemilik atau staf travel. Transaksi yang sah seharusnya ditujukan ke rekening atas nama perusahaan (PT atau CV).
Kasus penipuan Biro di Lamongan adalah pelajaran berharga agar masyarakat tidak mudah percaya dan selalu waspada terhadap praktik travel umrah bodong yang meresahkan.



